perlukah memakai obat kumur setelah gosok gigi???

Anda membeli makanan pasti perlu tahu kandungan gizinya bukan? Ini baru konsumen pintar namanya. Sebelum membeli, menyeleksi dulu dengan baik. Demikian juga saya rasa kita perlu mengetahui kandungan yang biasanya terdapat pada produk kosmetik, obat-obatan dan juga obat kumur ini. Diluar kandungan utamanya yakni air, setidaknya ada lima agen utama zat yang terkandung dalam obat kumur (mouthwash), seperti agen pelarut, antibakteri, aroma, pewarna dan deterjen (sabun). Mari kita lihat satu persatu. Tetapi tidak semua jenis obat kumur mengandung kelima unsur tersebut loh. Sebagai konsumen, Anda dipersilakan untuk menilai sendiri dan memilih yang terbaik buat Anda atau keluarga Anda.

Zat Pelarut

Air memang unsur pelarut pertama dan alami yang dikenal luas. Tetapi jika sebuah minuman atau obat memiliki banyak zat di dalamnya, otomatis kadang air tidak bisa melarutkan semuanya menjadi satu. Istilahnya tidak bisa menjadi media final sehingga semua zat itu bisa larut sedemikian rupa. Oleh karena itu diperlukanlah agen pelarut lainnya. Nah, biasanya agen pelarut yang sering dipergunakan dalam industri kimia dan obat adalah alkohol (turunan dari produk ethanol). Ada obat kumur yang mengandung alkohol? Sudah pasti seperti merek listerine ini.

Alkohol

Alkohol adalah zat yang sangat kuat dan berbahaya. Jika murni tanpa campuran, dipastikan bisa membakar selaput lendir atau tubuh manusia. Makanya alkohol adalah sumber paling kuat membunuh bakteri dan kuman yang biasa dipergunakan dokter bedah untuk mencuci alat-alat bedah mereka. Alkohol juga mudah terbakar dan menjadi penyebab ledakan. Karena itu penggunaan alkohol harus diawasi secara ketat, dan tak heran mengapa zat pelarut alkohol di dalam minuman-minuman keras membuat orang "terbakar" dan tidak bisa menguasai diri. Karena itu sebagian negara mengawasi dengan ketat peredaran minuman beralkohol tinggi. Pelarut alkohol banyak dipergunakan untuk melarutkan aneka zat dalam minuman dan obat cair, karena memang memungkinkan.

Agen Antibakteri

Agen antibakteri berfungsi membunuh bakteri-bakteri yang ada. Meski alkohol bisa membunuh bakteri dan kuman, namun dalam kandungannya di obat-obatan itu lebih kepada perannya sebagai pelarut saja. Untuk membunuh kuman biasanya dipergunakan atau ditambahkan zat-zat tambahan seperti eucalyptol, methyl salicylate, menthol, benzoic acid, dsb. Anda pasti menemukan zat-zat seperti ini di produk kosmetik atau obat-obatan. Itulah zat pembunuh bakteri atau kuman.

Aroma

Aroma sebenarnya tidak berfungsi apa-apa pada sebuah produk obat. Tujuannya memberikan aroma agar tercium atau terasa lebih "enak". Ini sebenarnya sama persis seperti merek oli yang katanya oli milik artis. Anda pasti tahu mereknya. Begitu oli tersebut ditusuk cusssss.... maka akan keluar aroma wangi. Apa hubungan wangi dengan mesin mobil? Tidak ada sama sekali, bukan? Ini hanya untuk merangsang kita sebagai konsumen agar betah dengan jenis oli tersebut. Dengan demikian betapa bodohnya kita sebagai konsumen jika menggunakan sebuah produk lalu bangga hanya karena aromanya yang enak atau wangi. Aroma tak lain adalah parfum. Es rasa duren, rasa coklat, rasa strawberry, dsb. Rasa saja tanpa ada kandungannya sama saja bohong.

Pewarna Kimia

Apa yang membuat makanan, minuman dan obat terlihat menarik? Tak lain adalah warna. Makanya banyak produk konsumsi di pasaran kita lihat mengandung aneka warna, termasuk merek obat kumur. Listerine saja ada aneka warna. Dari warna coklat yang katanya aroma original, warna hijau, warna orange, warna biru, hingga biru agak bening yang beraroma vanilla mint. Pewarna tidak ada gunanya dalam sebuah produk makanan dan obat-obatan. Apalagi jika unsur pewarna tersebut adalah pewarna kimia. Kalau pewarna alami seperti daun pandan untuk warna hijau, stroberi untuk warna merah, kunyit untuk warna kuning, mungkin tidak masalah, asal jangan pewarna sintesis (kimia). Lebih parah lagi jika yang digunakan adalah pewarna kimia yang tidak pada tempatnya seperti pewarna kain digunakan buat campuran obat atau makanan. Jadi lebih baik menghindari penambahan zat ini dalam produk-produk yang kita konsumsi. Ini sudah benar-benar menjadi racun (karsinogen) dan penyebab kanker. Cara mencari tahunya pewarna kimia biasanya adalah kode angka dalam komposisi produk tersebut. Misalnya istilah sunset yellow, allura red, ponceau blue, dsb. Atau bisa juga dilacak dari pencantuman kode-kode seperti E123, E124, E110, dsb.

Dokter gigi sering menasehati kita untuk tidak sering minum kopi, teh atau minuman-minuman berwarna lainnya agar gigi tampak putih. Nah, sekarang bagaimana mungkin ada produsen produk kesehatan gigi dan rongga mulut malah menambahkan unsur pewarna dalam produk mereka? Kontradiksi sekali bukan? Padahal katanya produk tersebut juga direkomendasi oleh persatuan dokter gigi Indonesia, dsb. Aneh dan bin ajaib, tidak concern! Makanya mengapa saya katakan banyak dokter yang juga mata duitan. Belum lagi soal bisnis obat resep, produk MLM yang juga dilakoni dokter sialan seperti itu.

Deterjen

Deterjen adalah unsur zat kimia yang membuat atau menghasilkan busa. Ini sebenarnya lebih banyak dipergunakan pada produk sabun cuci, sabun mandi atau shampo, di mana kita berpikir makin banyak busanya makin bagus kualitas produk tersebut. Padahal ini sama saja pembodohan otak. Tidak ada hubungan antara busa dengan kualitas pembersih. Busa itu tak bedanya dengan aroma, membuat mata kita melihat terasa sedap dipandang saja. Apalagi jika digunakan istilah lain yakni salju alias snow. Terlihat lebih indah sekali bukan? Kita membayangkan seperti musim salju. Makanya di tempat-tempat pencucian mobil kita merasa senang jika disemprotin "salju" seperti ini, apalagi jika itu adalah gadis seksi dengan bikini. Wow! Pasti Anda akan lebih sering cuci mobil di sana. Seperti contoh gambar di bawah ini. Celakanya, hampir semua produk pasta gigi mengandung unsur deterjen tak bermanfaat seperti ini.

Nah, kelima unsur tersebutlah yang biasanya terkandung pada obat kumur berbagai merek. Lalu sekarang bagaimana? Apakah kita masih harus menggunakan obat kumur? Beginilah jawaban saya:

1. Jika Anda merasa sudah sikit gigi dengan benar secara teratur minimal 2x sehari, dan tidak ada sakit atau keluhan apapun berkaitan dengan mulut gigi Anda, maka tidak perlu menggunakan obat kumur. Obat kumur adalah obat, jadi yang tidak sakit tidak perlu mengkonsumsi obat.
2. Jika ada masalah keluhan dengan mulut gigi, gunakanlah obat kumur untuk membantu meringankan atau menambah cepat proses penyembuhan. Setelah sembuh berhentilah menggunakan obat kumur. Jangan gunakan obat kumur dalam waktu jangka panjang.
3. Jika sekali-kali ingin menggunakan obat kumur, maka gunakanlah hanya di waktu malam menjelang tidur. Sebab pada saat kita tidur selama 8 jam, mulut kita tidak beraktifitas sama sekali dengan demikian merupakan waktu yang tepat kuman-kuman beraktifitas. Jadi penggunaan obat kumur di waktu malam jauh lebih efektif. Jangan terpengaruh pada bunyi iklan gunakan 2x sehari, karena itu ada unsur bisnis. Makin sering digunakan makin cepat habis, makin cepat beli, makin untung produsen.
4. Sewaktu berkumur dengan obat kumur, jangan berlama-lama karena bisa diserap tubuh dari kelendar mulut atau di bawah lidah. Makanya di produk Betadine obat kumur dikatakan absorpsi berlebihan bisa menyebabkan kerusakan hati, dsb. Bayangkan?
5. Gunakan produk obat kumur yang tidak mengandung pewarna kimia tambahan. Untuk listerine, maka gunakan produk original sebab tidak mengandung zat pewarna tambahan. Padahal kok warnanya bisa coklat begitu ya?
6. Untuk masalah kandungan alkohol dalam produk obat kumur, jika tidak rutin dan sering maka sekali-kali tidak masalah. Alkohol ada manfaatnya dalam produk obat kumur. Namun jika membuat mulut Anda terasa panas, perih atau kering, beralihlah ke produk obat kumur lainnya namun tetap berdasarkan panduan di atas. Bagi yang suka merokok atau sakit tenggorokan, ada baiknya menghindari obat kumur beralkohol karena ancaman kanker mulut yang ada.

Kesimpulan akhir dari kami: meski isu alkohol di produk obat kumur sebagai penyebab kanker masih pro dan kontra, tetapi sebaiknya dihindari saja. Kalau iya bagaimana? Kan merugikan diri sendiri.

Direkomendasikan: TIDAK

0 komentar:

Posting Komentar

 
;