Meski Gagal, Riedl Dipertahankan Hingga 2012

Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, tetap mempertahankan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, meski gagal memberi gelar Piala AFF 2010.
Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia di final Piala AFF 2010 karena kalah agregat 4-2. Meskipun demikian, permainan Firman Utina dkk dinilai mengalami perkembangan pesat dan dibawah asuhan pelatih asal Austria tersebut mampu mengkombinasikan pemain muda dan senior.

“Riedl tidak akan dipecat. Dia tetap kami pertahankan. Hasil malam ini merupakan perjuangan seluruh pemain dan pelatih,” ujar Nurdin.

"Pemain dan jajaran pelatih telah maksimal dan memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Hanya saja, kemenangan itu belum mampu mengantarkan Indonesia juara Piala AFF untuk pertama kalinya,'' lanjutnya.

Hal senada juga diutarakan manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam.

"Alfred berjalan terus, kontraknya baru habis tahun 2012," katanya, Kamis (30/12).

Menurut Andi, agenda dari Alfred Riedl selanjutnya adalah menyiapkan skuad 26 orang pemain U-23 untuk diikutsertakan pada ajang Pra Piala Dunia U-23. Selain itu, Riedl juga harus bekerja membentuk tim Pra Olimpiade.

"Alfred harus melakukan seleksi 26 pemain U-23 dan Pra Olimpiade pada bulan Februari hingga Juni mendatang," jelasnya.

Lebih jauh Andi berharap tim nasional akan meraih prestasi tertinggi di kemudian hari, terutama dalam agenda jangka pendek ke depan.

"Kita berharap ya prestasi tertinggi," tandasnya.

Di bawah arahan Riedl pun, pemain Timnas Indonesia menjadi lebih disiplin dibanding saat dilatih pelatih-pelatih sebelumnya. Ini terlihat saat Riedl tak segan-segan untuk menghukum pemain yang terlambat untuk latihan, sarapan dan lainnya meskipun hanya beberapa menit saja.

Meski disiplin, bahkan cenderung galak, kenyataannya Riedl juga sangat protektif terhadap para pemainnya, terutama dari sorotan media. Riedl yang cemas menerapkan larangan mewawancarai pemain di hotel.

Publik pun makin jatuh hati kepada Riedl. Wajahnya yang dingin walau Indonesia menang besar atau malah sedang tertinggal membuat gemas sekaligus cinta para pendukung timnas.

Selain itu keberaniannya tak membawa pemain bintang Boaz Solossa, patut diacungi jempol karena ia berpacu kepada waktu dan persiapan tim saat itu.

Kini Riedl dan asisten pelatihnya akan mengevaluasi skuadnya dan berniat mencari beberapa pemain lagi untuk mengisi kekurangan lini per lini jelang persiapan Pra Olimpiade dan SEA Games 2011 mendatang.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;