0 komentar

Karakter Manusia berdasarkan Kentutnya

Berikut Sifat Sifat Karakter Manusia berdasarkan Kentutnya:
1. Orang Jujur = orang yg mau ngaku kalo sudah kentut
2. Orang engga Jujur = kalo sudah kentut suka ngambinghitamin orang laen
3. Orang Misterius = orang yg pas kentut tapi orang laen ga tau
4. Orang Gugupan = orang yg suka nahan kentut pas lagi kentut
5. Orang Bego = orang yg suka nahan kentut berjam jam lamanya
6. Orang yang Berwawasan = orang yg ngerti kapan dan dimana harusnya kentut
7. Orang yang Kuper = orang yang kentut sambil bersembunyi
8. Orang yang Sial = orang yg pas kentut keluar dengan isi isinya..
9. Orang pura pura Sakti = orang yang kentut sambil pake tenaga dalam
10. Orang yang Pemalu = orang yang kentutnya engga bunyi tapi suka merasa malu sendiri akan perbuatannya
11. Orang yang penuh Strategi = orang yang suka kentut tapi sambil tertawa terbahak bahak buat nutupin suara kentutnya
12. Orang yang Bodoh = orang yang sudah kentut lalu narik napas panjang buat ngegantiin udara yang keluar sewaktu kentut
13. Orang Pinter = orang yang bisa membedakan kentut kentut orang laen
14. Orang yang Ramah = orang yang suka membaui kentut orang laen
15. Orang yang Sombong = orang yang suka membaui kentutnya sendiri
16. Orang yang Pelit = orang yang kalo kentut suka dikeluarin sedikit demi sedikit sampe sampe bunyinya cuman tit…tit….tit…
17. Orang Sadis = orang yang sambil kentut ditutup sama tangannya lalu dia ngebekepin tangannya ke hidung orang laen
18. Orang yang PD = orang yang yakin kalo kentutnya wangi alias harum baunya
0 komentar

Meski Gagal, Riedl Dipertahankan Hingga 2012

Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, tetap mempertahankan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, meski gagal memberi gelar Piala AFF 2010.
Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia di final Piala AFF 2010 karena kalah agregat 4-2. Meskipun demikian, permainan Firman Utina dkk dinilai mengalami perkembangan pesat dan dibawah asuhan pelatih asal Austria tersebut mampu mengkombinasikan pemain muda dan senior.

“Riedl tidak akan dipecat. Dia tetap kami pertahankan. Hasil malam ini merupakan perjuangan seluruh pemain dan pelatih,” ujar Nurdin.

"Pemain dan jajaran pelatih telah maksimal dan memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Hanya saja, kemenangan itu belum mampu mengantarkan Indonesia juara Piala AFF untuk pertama kalinya,'' lanjutnya.

Hal senada juga diutarakan manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam.

"Alfred berjalan terus, kontraknya baru habis tahun 2012," katanya, Kamis (30/12).

Menurut Andi, agenda dari Alfred Riedl selanjutnya adalah menyiapkan skuad 26 orang pemain U-23 untuk diikutsertakan pada ajang Pra Piala Dunia U-23. Selain itu, Riedl juga harus bekerja membentuk tim Pra Olimpiade.

"Alfred harus melakukan seleksi 26 pemain U-23 dan Pra Olimpiade pada bulan Februari hingga Juni mendatang," jelasnya.

Lebih jauh Andi berharap tim nasional akan meraih prestasi tertinggi di kemudian hari, terutama dalam agenda jangka pendek ke depan.

"Kita berharap ya prestasi tertinggi," tandasnya.

Di bawah arahan Riedl pun, pemain Timnas Indonesia menjadi lebih disiplin dibanding saat dilatih pelatih-pelatih sebelumnya. Ini terlihat saat Riedl tak segan-segan untuk menghukum pemain yang terlambat untuk latihan, sarapan dan lainnya meskipun hanya beberapa menit saja.

Meski disiplin, bahkan cenderung galak, kenyataannya Riedl juga sangat protektif terhadap para pemainnya, terutama dari sorotan media. Riedl yang cemas menerapkan larangan mewawancarai pemain di hotel.

Publik pun makin jatuh hati kepada Riedl. Wajahnya yang dingin walau Indonesia menang besar atau malah sedang tertinggal membuat gemas sekaligus cinta para pendukung timnas.

Selain itu keberaniannya tak membawa pemain bintang Boaz Solossa, patut diacungi jempol karena ia berpacu kepada waktu dan persiapan tim saat itu.

Kini Riedl dan asisten pelatihnya akan mengevaluasi skuadnya dan berniat mencari beberapa pemain lagi untuk mengisi kekurangan lini per lini jelang persiapan Pra Olimpiade dan SEA Games 2011 mendatang.
0 komentar

Kisah Arif Suyono dan Sepatu Ngutangnya

Batu - Kisah perjalanan Arif Suyono meniti karir sebagai pesepakbola profesional tidak mulus-mulus saja. Pada satu waktu, supersub timnas Indonesia di Piala AFF 2010 itu bahkan harus mendapatkan sepatu sepakbola hasil berutang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar sepuluh tahun lalu, saat Arif masih berusia 16 tahun. Ketika itu pemuda kelahiran Batu, Malang, tersebut hendak ikut seleksi masuk ke dalam tim Piala Gubernur.

Yang menjadi masalah, alumni SMU Islam Batu tersebut tidak lagi memiliki sepatu sepakbola yang layak pakai. Sepatu yang ia miliki saat itu, sebuah sepatu pemberian teman sekolahnya, sudah koyak.

Kegelisahan gelandang Sriwijaya FC itu tak luput dari perhatian keluarga besarnya. Ningsih, kakak kedua Arif, pun akhirnya nekat berutang sepatubola dengan harga Rp 150 ribu demi sang adik.

"Kami kasihan lihat dia, bingung untuk dapat sepatu, kemudian kami sepakat mengutangkan di sebuah toko sepatu yang saya kenal," cerita Ningsih sembari meneteskan air mata.

Melihat kakaknya membawa sepatu baru, Arif muda tak ayal langsung berlinangan air mata. "Kemudian dia berangkat dengan menangis. Kami sekeluarga tiap malam menggelar salat untuk mendoakan dia saat itu. Agar bisa jadi orang sukses," tutur Ningsih.

Faktor ekonomi memang menjadi salah satu kendala dalam perjalanan Arif menimba ilmu sepakbola. Tak jarang ia sampai harus menunggu hasil upah sang ayah sebagai buruh di pasar, sebelum berangkat latihan.

"Kalau mau minta ongkos berangkat, kami kakak-kakaknya harus meminta uang kepada bapak, dengan mendatangi ke pasar," ungkap Ningsih.

Untungnya Arif yang kelahiran 3 Januari 1984 tersebut memang dapat limpahan dukungan tanpa henti dari keluarga besarnya. Impian pemain yang dibesarkan bersama 12 saudaranya itu selalu ditempatkan sebagai prioritas keluarganya.

"Tujuan kami saat itu Arif biar jadi orang sukses dan mampu membantu keluarga. Karena kami 12 bersaudara dengan orangtua hanya kerja serabutan," ujar Ningsih yang tiada hentinya meneteskan air mata.

Saat ini Arif sudah sukses, tapi ia tidak lupa kalau apa yang ia peroleh saat ini tidak lepas dari peran keluarga. Maka keluarga besarnya pun pun ikut menikmati hasilnya. Melalui kucuran dana Arif, bisnis keluarga dibangun melalui usaha kripik.
 
;